Postingan

Without You - Lee Min Ho

Jika ini bukan cinta aku tak tau itu apa Aku menyadarinya setelah aku kehilangannya Aku tersenyum sepertimu, berekspresi sepertimu, berbicara sepertimu Jika itu bukan perpisahan aku tak tau itu apa Aku menyadarinya ketika setelah sangat menyakitkanKarenamu aku berbeda, kau telah meresap dalam hatiku Tanpamu, aku memikirkanmu Tanpamu, aku masih mencintaimu Tanpamu, disisimu Lebih dari waktu yang kita habiskan bersama Aku merindukanmu sepanjang waktu yang dihabiskan Setiap kali aku bernafas Kau selalu dalam hatiku Sehingga aku tak bersedih Jika bukan kita, aku tak tau itu apa Kita menyadari setelah kita semakin jauh Hari-hari yang kita buat sangat berharga bagiku Tanpamu, aku memikirkanmu Tanpamu, aku masih mencintaimu Tanpamu, disisimu Aku bertanya-tanya bagaimana kau mengingatku Bahkan jika kau meneteskan airmata di pelukanku Aku berharap kau bisa tersenyum setiap kali kau memikirkanku Tanpamu, aku akan baik Tanpamu, meskipun terkadang ak...

Aku, diakhir usia belasan tahun..

Berapa usiaku sekarang saat aku masih bertingkah layaknya anak kecil, "Dewasa" Kata yang penuh makna tersendiri saat aku berfikir tentangnya Dimana aku harus lebih bertanggung jawab atas apa yang kulakukan, Dimana apa yang kulakukan harus bermanfaat untuk orang banyak Dimana aku dapat diterima dalam suatu pergaulan dalam masyarakat Dimana hasil pemikiranku diakui, dimana karya-karyaku bernilai, Sekolah dasar, kuingat itulah waktu dimana aku bebas menjadi diriku sendiri Dimana aku tak peduli akan kekuranganku dimana aku selalu bebas Bebas bermain, berteman, mempelajari banyak hal – hal dasar dalam hidup Seperti menimba ilmu, belajar mengaji, bergaul berinteraksi dengan lingkungan sekitarku.. Saat dimana aku paling disayang kedua orang tuaku saat itulah saat paling bahagia dalam hidup.. Sekolah menengah pertama, aku mulai melihat segalanya menjadi sedikit berbeda, perlahan berubah, aku mengenal rasa takut, rasa gugup Aku mengenal rasa malu saat ...

Bait- bait catatan fajar

Bait- bait catatan fajar Pagi ini aku terbangun, aku teringat bunga tidurku malam ini Entah, tapi rasaku membuatku berfikir membuatku mengenang Kala cinta datang padaku untukmu rasanya indah, sangat Memang damai rasanya dapat mencintai tapi aku tak tau Aku mengagumi selalu, aku mendambakan selalu dirimu kasih Aku yang tak pernah seperti ini dahulu Apakah ini berlebihan? Bisakah kau kagumi aku seperti engkau saat jatuh cinta yang sesengguhnya? Mungkin drama yang membuatku berfikir berlebih Tapi bunga tidurku malam ini memaksaku untuk bercerita Cerita tentang orang yang kukagumi , cerita tentang orang yang mengagumiku Bisakah aku jadi seperti dia? Yang memiliki bait- bait indah kata darimu Yang memiliki janji – janji indahmu.. Yang pernah kau perjuangkan. Aku tak pernah tau rasanya berjuang demi cinta Tapi indah rasanya jika kau, aku kita sama – sama berjuang saling membahagiakan Saling mengekspresikan keindahan yang  hati kita miliki.. Aku ...

Dia, Sahabatku..

Kala itu dua anak manusia bertemu.. kemudian mereka bersahabat, bagiku ia jantungku sekarang.. dia adalah tempat tangisku, dia juga penghapus air mata itu dan dia satu-satunya yang memiliki hati bersinar bercaya menyilaukan yang membuatku bahagia disampingnya, disisinya.. ia sahabatku, aku sabatnya ketika apapun hal yang kufikirkan saat sedih, bahagia dialah tempat yang kutuju.. hubungan kami sebatas itu just best friend tapi dia teman yang berharga bagiku, dimanapun tempat kami sekarang berada rasa itu tetap selalu seperti ini, apa adanya.. hanya dia tempat tujuanku saat tangis, bagaimanapun, dimanapun dia akan menemukanku, aku tetap selalu membutuhkannya, orang itu, jiwa itu, manusia penjagaku teman yang Allah titipkan padaku .. kenangan indah yang selalu kami buat, kini terkenang, teringat kembali.. tangis yang ada saat kami bersama itu adalah tangisku yang selalu membutuhkannya, opininya, pendapatnya, saran, sanggahannya, suara yang keluar dari ucapannya, hatinya.. aku akan merasa...

Sepucuk hadiah terakhirku..

Dirimu kini pasti tau jalan yang telah kau ambil saat ini.. aku tau kau tersesaat sebentar, hanya rasa sementara yang hadir untuk gadis itu.. sekarang kau berjalan sendiri menuju jalanmu, menuju masa depanmu.. aku ucapkan selamat, selamat kau berhasil membawa kembali dirimu  meski bagiku tiada lagi sosokmu yang dulu . bagiku semua telah musnah. Jalan yang ku ambil, aku tidak ingin berbalik arah dan kembali.. karena saat kita berpisah di tempat itu aku berniat temukan jalan hidupku sendiri tanpamu lagi, tanpamu! Ini hal terakhir yang bisa kutulis untukmu, setelah sekian lembar kertas biru yang telah lalu, kertas yang tak sempat kuberikan semuanya padamu.. aku buang semua hal itu kini.. tak ada lagi kerinduan untukmu tak ada lagi kertas biru penyemangatmu.. bahagialah kelak, jadilah sosok yang tangguh jangan goyah terhadap manisnya kata, indahnya paras dan nikmatnya pujian.. karena sesungguhnya kau tidak layak untuk dipermainkan..! Jadilah pemu...