Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Andhika Dwi Bangun Suwiryo

Pertemuan dengan anak laki laki kurus tinggi disebuah SMA saat itu merupakan sebuah takdir nyata. Tak disangka temannya adalah temanku dan begitulah sampai saat ini aku bercerita masih salah satu temannya adalah temanku, salah dua temannya adalah temanku dan membuat banyak keterkaitan. Kami bersahabat dimulai dengan kata "Lo temennya amad kan?" Banyak banget warna warni nano nano dalam cerita persabatan ini. Si cengeng masih aja jadi si cengeng sampai hari ini. Dan si anak sok juga masih sok meski perlahan mulai berubah. Kali ini si cengeng ingin bercerita bahwa si sok mulai banyak dan jauh berubah. Memang, pada dasarnya si cengeng tak pernah tau apapun tentang kehidupan pribadi si sok selain dulu disekolah dan kesehariannya yang ngeselin. Sesuatu berubah, amat sangat berubah. Ketika si cengeng akhirnya menyadari bahwa si sok bukan lagi anak laki - laki kurus tinggi yang suka godain cewek dan gak konsisten macem bocah SMA yang dia kenal dulu. Entah kapan perubahan it...

Titik Akhir

Kalau tak menulis aku bisa menangis Kalau menulis mungkin ditengah jalan nanti akan tetap menangis Tapi aku sudah tak kuat Berbagi hidup dengan pria yang seperti itu Aku banyak menuntut, untuk perubahan Untuk masa depan agar lebih baik Untuk kesehatannya juga Tapi bahkan ia tak pernah menghargai hidupnya sendiri Dan juga tak pernah hargai perjuanganku Mana bisa orang tuaku melepaskan aku pada sosok seperti itu? Mana rela sahabat sahabatku melihatku hidup dengan sosok seperti itu nantinya? Tapi bahkan ia pun tak bergeming Aku dibiarkan sakit sendirian Dengan ragu ingin berlari tapi tak sampai hati Ingin membantunya ketempat terang dan berbahagia bersama Tapi bahkan ia tak hiraukan niatku Apa yang selama ini aku lakukan? Aku jadi merasa berjuang adalah hal paling sia sia Sakit sendirian adalah hal paling konyol Biar, biar aku ditertawakan sahabat sahabatku Yang sudah sejak awal memberi aku lampu kuning namun tak ku hiraukan Coba diingat lagi, Mengapa mudah kau ja...

Kemarin

Disana kita benar benar berdiri berhadapan satu sama lain Tersenyum, berjabat tangan Menjadi orang dewasa Yang masih berfikir realistis dan menyadari akan batasan Kemudian sesuatu mulai berkecamuk Berdentang keras di dalam seperti suaranya akan menyeruak ke permukaan Tapi masih bisa tertahankan Apakah itu, masih samar aku menyebutnya Apa itu bahagia? Apa itu sedih? Dan lalu kita berdampingan Hanya beberapa kejapan mata Beberapa cekrek cekrek Setelahnya kau pergi Dan apa yang tertinggal adalah fikirku bagaimana perjumpaan kita waktu nanti Dimasa yang akan datang lagi Akankah kita berdiri berhadapan lagi? Atau pikirku lusa lalu adalah terakhir kalinya kita bisa tersenyum bersama

Sudah berakhir

Hari ini aku janji semua sudah selesai Urusan hatiku padamu yang kutulis dalam banyak kata Entah tapi aku baru benar - benar mengetahuinya Sebenar benarnya hatimu sekarang Aku tak pernah berharap apapun padamu semenjak itu Aku juga tak akan memikirkan dimana kata yang tidak mungkin akan terjadi yaitu sebuah kata kembali Kita jalan masing masing sekarang tuan Kamu benar-benar memiliki sebuah hati yang sangat kau hargai Cukup aku melihatmu sebenar benarnya hancur Mari kita berteman seperti sedia kala Rasanya bersamamu aku bisa selamanya hanya menjadi teman Hatiku mulai ringan Tak lagi berat akanmu Aku benar - benar bisa melepasmu tanpa khawatir sekarang Mari hanya berteman Dan mendoakan hidup bahagia bagi masing - masing Aku benar - benar akan terlepas dari sangkut pautan hati padamu Mari hanya berteman tanpa libatkan hati Aku sangat menghargaimu sekarang Kamu adalah sebuah pelajaran Terimakasih untuk pernah menjalani kehidupan sekolah dan berdampingan bersamaku wa...

Sumber Energi Positif Luvitamong

1. Seorang Nurhani "you have a good job hyung" penyemangat nomer satu. Dia bukan manusia yang akan datang segera untukku, tapi dia adalah manusia yang akan segera merespon tiap masalahku. Dia adalah manusia yang akan menemaniku meski sampai larut malam meski harus mengantarku saat hujan meski setelahnya kena omel bapaknya. Manusia dengan pemikiran yang bisa menenangkan khawatirku dengan caranya berpendapat. 2. Seorang Ria Yang ada kapanpun buatku. Dimanapun. Yang terdekat yang terjangkau, yang hemat yang irit haha.. Kayak warteg.. Mau diajak kemanapun kapanpun. Yang lebih lucu dari diriku sendiri. Apalagi kalau berbicara tentang ibunya. Lucu level 5 haha.. Yang suka polos. Yang suka buat ketawa. Yang sukanya cerita cerita masalalu biarlah masalalu. 3. Seorang Jelek Pria bernama asli Andhika Dwi Bangun Suwiryo Sastro Negoro Mangun Kusumo. Enggalah kepanjangan wkwk. Sampe Suwiryo aja. Pria dengan pemikiran lurus kedepan bukan lurus kebelakang, yang bakal bilang bener ya...

Untuk Orang yang Ingin Kuceritakan Kisah Hidupku Dimulai Saat Aku Tak Lagi Disisinya

Kamu, aku mau memberitahukan berapa kali aku menangis selama ini Berapa kali aku bahagia sampai bisa tak dapat mengingatmu Berapa kali aku jatuh sendirian Berapa kali aku bangun lagi sendirian Berapa kali waktu aku mengingatmu dalam sehari,  dalam sepekan, dalam sebulan, dalam setahun, dan dalam empat setengah tahun terakhir ini Aku ingin bertemu lalu menceritakan semuanya dari hari dimana aku berjalan menjauhimu sampai saat ini Berapa luka yang ku dapat Berapa besar khawatirku padamu sampai sekarang Betapa aku menahan diriku agar tak terlihat menyedihkan didepanmu Betapa kuat aku menahan semuanya Betapa aku menyadari kamu penting sampai saat ini Aku ingin bercerita hari dimana aku senang ketika nilai unku lebih tinggi darimu,  ingin bercerita hari dimana aku gagal saat sbmptn, hari dimana aku menyerah menjadi seorang arsitek,  hari dimana aku pasrah dengan hasil tes masuk perguruan tinggi yang terakhir,  hari dimana aku diterima di u...