Andhika Dwi Bangun Suwiryo
Pertemuan dengan anak laki laki kurus tinggi disebuah SMA saat itu merupakan sebuah takdir nyata.
Tak disangka temannya adalah temanku dan begitulah sampai saat ini aku bercerita masih salah satu temannya adalah temanku, salah dua temannya adalah temanku dan membuat banyak keterkaitan.
Kami bersahabat dimulai dengan kata "Lo temennya amad kan?"
Banyak banget warna warni nano nano dalam cerita persabatan ini.
Si cengeng masih aja jadi si cengeng sampai hari ini. Dan si anak sok juga masih sok meski perlahan mulai berubah.
Kali ini si cengeng ingin bercerita bahwa si sok mulai banyak dan jauh berubah.
Memang, pada dasarnya si cengeng tak pernah tau apapun tentang kehidupan pribadi si sok selain dulu disekolah dan kesehariannya yang ngeselin. Sesuatu berubah, amat sangat berubah. Ketika si cengeng akhirnya menyadari bahwa si sok bukan lagi anak laki - laki kurus tinggi yang suka godain cewek dan gak konsisten macem bocah SMA yang dia kenal dulu.
Entah kapan perubahan itu dimulai. Tapi si sok menjadi sosok laki - laki sesungguhnya. Yang mempunyai pandangan, tekat, keputusan dan juga komitmen tentang hidupnya. Dia sudah dewasa sadar si cengeng. Dia mengerti bagaimana cara menjalani hidup yang benar, saat sebelumnya hanya jalanin saja apa yang ada dan apa yang dia mulai. Saat itu semester kedua atau ketiga di bangku kuliah untuk pertama kalinya si cengeng bertemu dengan sosok penjinak si sok. Luar biasa dan bersyukur ada yang bisa menyeimbangi dan menyadarkan sahabatnya itu to be better men.
Waktu berjalan, si cengeng masih si cengeng meski sedikit lebih kuat karena beberapa tempaan dalam hidupnya. Dan si sok menjadi sosok laki - laki dewasa yang normal dan menjalani hidup dengan baik. Tidak lontang lantung dan main - main lagi. Jadi, jika ditanya kelak mereka akan menikah, si sok dan wanita penjinaknya itu si cengeng pasti akan menjawab dengan lantang, ya pastinya mereka akan menikah.
Setelah bertahun tahun si sok menjadi tempat untuk meredakan tangis si cengeng. Hari itu pasti akan tiba hari dimana si cengeng akan memberikan sahabatnya itu pada sang penjinaknya. Namun sok mengajari cengeng satu hal yang sangat berharga sore itu. Bahwa ketetapan Allah adalah hal yang nyata dan bahkan tidak kau sangka dan tak bisa kau elak sekalipun. Tanpa berkabar, tanpa berita, tanpa ucapan apapun sok telah berubah jauh menjadi seseorang yang tak dikenal lagi oleh si cengeng. Hari itu cengeng merasa akan benar - benar membuang sahabatnya itu atas dasar rasa emosi yang ia rasakan. Namun masalah hanya bisa diselesaikan dengan bicara.
Cengeng mulai mendengar baik baik hal hal tak masuk akal yang ada di otaknya. Berusaha mencerna sehingga dapat diterima dengan akalnya tersebut. Si sok memang telah berubah jauh. Sangat jauh. Jauh lebih baik dari apa yang ia sangka selama ini. Jauh lebih tegar dari apa yang ia bayangkan, jauh lebih berani dari saat study tur kabur ke bus kelas lain, dan jauh sangat jauh lebih bijaksana dari bocah SMA di ingatan si cengeng.
Sampai titik itu cengeng mengeti, seseorang mungkin akan sakit tapi sakit akan bisa sembuh jika waktunya tiba. Seseorang yang ikhlas akan mendapatkan hal yang luar biasa setelahnya. Disitu cengeng melihat sahabatnya yang masih tetap cengengesan dari 8 tahun yang lalu itu telah menjadi laki laki dewasa suami orang lain yang bahkan ia tidak ketahui siapa gerangan wanita ajaib itu.
Tak disangka temannya adalah temanku dan begitulah sampai saat ini aku bercerita masih salah satu temannya adalah temanku, salah dua temannya adalah temanku dan membuat banyak keterkaitan.
Kami bersahabat dimulai dengan kata "Lo temennya amad kan?"
Banyak banget warna warni nano nano dalam cerita persabatan ini.
Si cengeng masih aja jadi si cengeng sampai hari ini. Dan si anak sok juga masih sok meski perlahan mulai berubah.
Kali ini si cengeng ingin bercerita bahwa si sok mulai banyak dan jauh berubah.
Memang, pada dasarnya si cengeng tak pernah tau apapun tentang kehidupan pribadi si sok selain dulu disekolah dan kesehariannya yang ngeselin. Sesuatu berubah, amat sangat berubah. Ketika si cengeng akhirnya menyadari bahwa si sok bukan lagi anak laki - laki kurus tinggi yang suka godain cewek dan gak konsisten macem bocah SMA yang dia kenal dulu.
Entah kapan perubahan itu dimulai. Tapi si sok menjadi sosok laki - laki sesungguhnya. Yang mempunyai pandangan, tekat, keputusan dan juga komitmen tentang hidupnya. Dia sudah dewasa sadar si cengeng. Dia mengerti bagaimana cara menjalani hidup yang benar, saat sebelumnya hanya jalanin saja apa yang ada dan apa yang dia mulai. Saat itu semester kedua atau ketiga di bangku kuliah untuk pertama kalinya si cengeng bertemu dengan sosok penjinak si sok. Luar biasa dan bersyukur ada yang bisa menyeimbangi dan menyadarkan sahabatnya itu to be better men.
Waktu berjalan, si cengeng masih si cengeng meski sedikit lebih kuat karena beberapa tempaan dalam hidupnya. Dan si sok menjadi sosok laki - laki dewasa yang normal dan menjalani hidup dengan baik. Tidak lontang lantung dan main - main lagi. Jadi, jika ditanya kelak mereka akan menikah, si sok dan wanita penjinaknya itu si cengeng pasti akan menjawab dengan lantang, ya pastinya mereka akan menikah.
Setelah bertahun tahun si sok menjadi tempat untuk meredakan tangis si cengeng. Hari itu pasti akan tiba hari dimana si cengeng akan memberikan sahabatnya itu pada sang penjinaknya. Namun sok mengajari cengeng satu hal yang sangat berharga sore itu. Bahwa ketetapan Allah adalah hal yang nyata dan bahkan tidak kau sangka dan tak bisa kau elak sekalipun. Tanpa berkabar, tanpa berita, tanpa ucapan apapun sok telah berubah jauh menjadi seseorang yang tak dikenal lagi oleh si cengeng. Hari itu cengeng merasa akan benar - benar membuang sahabatnya itu atas dasar rasa emosi yang ia rasakan. Namun masalah hanya bisa diselesaikan dengan bicara.
Cengeng mulai mendengar baik baik hal hal tak masuk akal yang ada di otaknya. Berusaha mencerna sehingga dapat diterima dengan akalnya tersebut. Si sok memang telah berubah jauh. Sangat jauh. Jauh lebih baik dari apa yang ia sangka selama ini. Jauh lebih tegar dari apa yang ia bayangkan, jauh lebih berani dari saat study tur kabur ke bus kelas lain, dan jauh sangat jauh lebih bijaksana dari bocah SMA di ingatan si cengeng.
Sampai titik itu cengeng mengeti, seseorang mungkin akan sakit tapi sakit akan bisa sembuh jika waktunya tiba. Seseorang yang ikhlas akan mendapatkan hal yang luar biasa setelahnya. Disitu cengeng melihat sahabatnya yang masih tetap cengengesan dari 8 tahun yang lalu itu telah menjadi laki laki dewasa suami orang lain yang bahkan ia tidak ketahui siapa gerangan wanita ajaib itu.
Komentar
Posting Komentar