Really, you're My Guardian
Kim Myong Soo as L
Jo boA as Ah Reum
No Minwoo as Minwoo
Kami satu sekolah.. ya, dimulai dari musim semi tahun ajaran
baru itu..
“tuuit.. tututuit tulilit tulilit tuit tuit” handphone ku
berbunyi
“nde yeoboseo” [ya, hallo]
“Ah Reum-ah”
“oh Jung Woo ya?”
“ne, [ya] mian [maaf] Ah Reum-ah aku tidak masuk sekolah
yang sama denganmu”
“gwenchana Jung Woo ya, semoga kau sukses disekolah barumu”
“tapi, Ah Reum-ah disekolah barumu aku mengirim seorang
utusan dia akan menjagamu”
“nugu?” [siapa?]
“namanya Minwoo dia chingu [teman] terbaik yang pernah
kukenal”
“jeongmal?” [benarkah?]
“nde, [ya] percayalah dia akan menjagamu kau akan baik-baik
saja disekolah itu”
Bel berbunyi, waktu masuk kelas pun tiba..
*guru
“baiklah, cuaca diluar sangat cerah hari ini, bagaimana perasaan
kalian bertemu teman-teman baru dikelas yang baru pula.. pastinya sangat
menenangkan, baiklah untuk lebih mengenal kalian aku akan bacakan nama kalian
dari absen kelas” *
#saat absen sedang dibacakan
Aku menatap jendela, mencoba menerka sosok temannya Jung Woo
yang tadi ia bicarakan, dimana kelasnya mungkinkah sekelas denganku…?
“No Minwoo"
"ye, songsaenim [ya, pak]
Minwoo?? Aku menoleh kearah suara itu. Di pojok tepat
sebaris dengan mejaku, ya namja tinggi yang
wajahnya diatas standar rata-rata namja di kelas ini.Diakah temannya
Jung Woo???
"Ah Reum"
"Ah Reum apakah tidak hadir?"
“tukk” sebuah penghapus kecil mendarat dikepalaku, akupun
menoleh.. seorang namja yang duduk dibelakangku kemudian berkata “namamu
dipanggil”
“mwo?” [apa?]
“Ah Reum” sekali lagu suara guru itu memanggil namaku
“ya, saya pak” jawabku kaget
“jangan melamun nak, hari masih pagi bersemangatlah” jawab
guru itu
Semua mata pun menoleh kearahku, termasuk Minwoo itu…
malunyaaa dihari pertamaku sekolah sudah seperti ini..
Bel istirahat pun berbunyi.. aku terinspirasi untuk melukis
sebuah wajah yang tadi tadi kulihat, temannya Jung Woo meskipun aku belum
mengenalnya..
“sedang apa?” jawab seseorang mengagetkanku
“ah, tidak melakukan apapun” aku ingat dia namja yang duduk di
belakangku tadi
“bagaimana kau bisa tahu Ah Reum itu aku?” tanyaku agak
penasaran
“youre nametag” jawabnya singkat
“ah, benar”
“namaku L panggil aku L”
Dia tersenyum menatapku.. aku pun bangkit dari mejaku dan
berjalan keluar kelas
#di pintu kelas
Aku berpapasan dengan Minwoo.. bagaimana jika aku menyapanya
lagipula kami akan menjadi teman sekelas juga nantinya..
“Minwoo-ssi”
“ne?”
“mmm.. apakah benar kamu Minwoo?”
“apa maksudmu? Tanyanya dengan ekspresi aneh
“ah bukan begitu, anu mmm.. salam kenal, namaku…”
“Ah Reum” jawabnya memotong ucapanku
“benar” jawabku tertunduk malu mengingat semua anak di kelas
pasti mengenalku karena kejadian absen kelas tadi…
“senang bertemu denganmu Ah Reum-ah” dia tersenyum
“mian, apa benar kau temannya Jung Woo?” tanyaku tiba-tiba
“kau kenal Jung Woo? Ya benar kami teman”
“ah ternyata benar :D ”
“Ah Reum-ah mulai sekarang mari kita berteman :) ”
Satu tahun berlalu, kami menjadi teman dekat, dia orang yang
sangat menyenangkan..
“ Ah Reum-ah naneun dangsineul joahamnida..” [Ah Reum aku
suka padamu]
"L apa yang kau bicarakan?"
"sejak lama aku menyukaimu. Ah Reum-ah kau tak perlu
jawab sekarang"
Tiba-tiba sosok L membuatku bingung. Kuceritakan semua pada
Minwoo, dia hanya tersenyum dan berkata dengan mudahnya " L itu orang
baik, kau terima saja kalian akan menjadi pasangan serasi"
Semuanya terngiang dikepalaku sekarang.....
“namanya Minwoo dia chingu [teman] terbaik yang pernah
kukenal”
“jeongmal?” [benarkah?]
“nde, [ya] percayalah dia akan menjagamu kau akan baik-baik
saja disekolah itu”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“namamu dipanggil”
“mwo?” [apa?]
“namaku L, panggil aku L”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“kau kenal Jung Woo? Ya benar kami teman”
“Ah Reum-ah, mulai sekarang mari kita berteman :) “
Tadinya ku kira dia akan selamanya disisiku menjadi temanku
sampai akhir tapi bagaimana bisa dengan mudahnya ia menyuruhku menerima L. tapi
jika kufikir lagi Jung Woo benar minwo selalu menjagaku selama ini, ,mau
menemaniku melukis, menjadi tempat curhat, selalu siap kapanpun menemaniku
kemana saja, mau menjadi sandaran saat kusedih, rela kumarahi saat pikiranku
sedang kacau dan sabar menenangkanku..
“aku menerima L”
“benarkah?” jawabnya.. ekspresinya agak kaget tapi kemudian
tersenyum
“kalau begitu selamat untuk kalian berdua”
****************************************************
Seminggu pun berlalu, Minwoo menjauh… dia tidak lagi seperti
biasa
selau mengajakku makan siang dikantin, mengantarku pulang
menjemputku untuk berangkat sekolah… sekarang semua itu dilakukan L, meskipun
sama saja tapi tetap saja mereka berdua adalah dua namja yang berbeda..
“aku mau bicara”
“kau tidak kekantin bersama L..? ini sudah jam makan
siang..”
“ada banyak hal yang harus kubicarakan padamu, ikut aku”
“ada apa sebenarnya Ah Reum-ah.. kau kenapa?”
“kau yang kenapa…. Mengapa kau menjauh dariku belakangan
ini?”
“yeoja bodoh” jawabnya tersenyum sambil mencubit pipiku
“dengarkankan aku, sekarang kau sudah punya L bagaimana bisa
aku terus berkeliaran disekitarmu saat kau sedang menikmati hari-hari baru mu
bersamanya.. L dia itu perhatian, pengertian, baik hati dia serasi denganmu
bukankah kukatakan itu sejak awal…”
“kukira kau benar-benar temanku” butiran-butiran bening
terlintas jatuh di wajahku
“justru karena aku ini temanmu, percayalah aku bahagia
melihatmu bahagia.. aku akan tetap selalu jadi temanmu, aku akan selalu ada
untuk mendengarkan semua cerita-cerita hidupmu yang baru ini”
“benarkah?”
“ya, dimanapun aku berada dimanapun kau berada percayalah
aku tetap akan menjagamu” lagi-lagi namja keras kepala ini tersenyum
“tersenyumlah” ucapnya
Tiba-tiba….
“Ah reum-ah apa yang kau lakukan disini?”
“L.. “
“ayo kita ke kantin” ucapnya menarik tanganku
Sekilas aku menoleh Minwoo melambaikan tangan kearah aku dan
L……
*******************************************************************
Satu tahun berlalu lagi saat ini semua cerita telah
berbeda.. saat ini aku mulai bisa menyukai L aku mulai bisa menyayanginya.. aku
benar-benar menyukainya sekarang, semua lukisan-lukisanku adalah wajahnya
dialah inspirasiku untuk melukis dan
Minwoo dia selalu menelepon atau sekedar mwngirimiku sms untuk mendengarkan
curhatan-curhatan ku.. L pacar tersempurna yang pernah kumiliki didunia ini…
Agustus minggu kedua tiba-tiba semua berubah..
“mian, aku tak bisa bersamamu lagi Ah Reum-ah”
“waeyo oppa?”
“aku tidak mencintaimu lagi, mian aku menyukai orang lain”
Duniaku seakan gelap semua tak bisa terlihat jelas dimataku,
L bilang dia menyukai yeoja lain.. siapa? Kenapa? Kenapa tiba-tiba dia menyukai
orang lain? Apa salah ku selama ini?
“Ah Reum-ah waeyo..?”ucap namja berlari tergesa-gesa
menghampiriku
“Minwo-ah……”
Bruukkkkkk.. aku tak sadarkan diri aku tak mampu mencerna
semuanya..
Tiga hari akhirnya aku terbaring dengan selang infuse
dirumah sakit, selama itu juga Minwoo selalu datang menjengukku..
“Minwoo-ah bagaimana bisa L meninggalkanku?” ucapku lirih
terisak
“dia, aku menemuinya setelah mengantarmu kerumah sakit dua
hari yang lalu.. dia mengenal yeoja itu dua bulan yang lalu katanya dan ia
merasa nyaman bersama yeoja itu, dia bilang kau gadis yang terlalu baik
untuknya, dia takut menyakitimu lebih dalam.. setelah aku menyelidiki yeoja itu
ternyata dia bukan gadis baik-baik aku yakin yeoja itu hanya memanfaatkan L,
aku bicara lagi padanya tapi L tetap tidak akan berubah , iya berkata
benar-benar menyukai gadis itu..”
“bodohkah dia?” aku menangis
“dengarkan aku, itu pilihannya.. kau harus terima itu
meskipun itu meyakitkan, percayalah padaku dia pasti akan tau rasa sakit
sepertimu saat dia dicampakan yeoja itu nantinya..”
“dan saat itu, aku tidak akan pernah menerimanya kembali”
ucapku bangkit
****************************************************************
Akhir pecan tiga minggu kemudian….
“ namja bodoh cepat kejar aku”
“awas kau yeoja menyebalkan”
Bruuukk….
“Ah Reum-ah”
“L…” aku terkejut
“Ah Reum-ah kembalilah padaku jebal [please]”
“tidak L, maaf aku tidak akan pernah kembali padamu” ucapku
tegas
“Ah Reum-ah jebal” dia menarik keras tanganku
“apa yang kau lakukan padanya!!!” bruuukk pukulan mendarat
diwajahnya
“Minwoo-ah sudah cukup ayo kita pergi..”
“kau namja tidak tahu diri, aku bilang jangan pernah muncul
lagi di hadapan Ah Reum.. kau mau mati haah?” baru kali ini aku melihat sosok
Minwoo yang begitu marah
“sudah ayo kita pergi” aku menariknya menjauh dari L
“duduklah..”
“Ah reum-ah gwenchana? [Ah Reum apa kau baik-baik saja?] Apa
tanganmu terluka?”
“gwenchana”
“mian [maaf] emosiku tak terkendali”
“aku baru pertama kali melihatmu seperti itu”
“Ah Reum-ah..” tiba-tiba ia menatapku
“wae?” [apa?]
“aku pernah berjanji akan menjagamu, kau orang yang paling
berharga untukku didunia ini aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi,
dan aku tidak akan pernah menyuruhmu untuk menerima nanja lain yang menyukaimu
sekalipun dia orang baik karena..”
“karena?”
“karena kau tidak perlu namja lain untuk menjagamu.. kau
punya aku, cukup aku selamanya aku akan menjagamu..” dia terlihat malu, pipinya
memerah
“yaksok?” [janji?]
“ne, yaksokhae” [ya, aku janji]
Minwoo-ah yaa No Minwoo..
nan jeongmal dangsineul joahamnida [AKU BENAR-BENAR
MENYUKAIMU]
YEONGWONHI [SELAMANYA]
-END-



Komentar
Posting Komentar