Kemarin
Disana kita benar benar berdiri berhadapan satu sama lain
Tersenyum, berjabat tangan
Menjadi orang dewasa
Yang masih berfikir realistis dan menyadari akan batasan
Kemudian sesuatu mulai berkecamuk
Berdentang keras di dalam seperti suaranya akan menyeruak ke permukaan
Tapi masih bisa tertahankan
Apakah itu, masih samar aku menyebutnya
Apa itu bahagia? Apa itu sedih?
Dan lalu kita berdampingan
Hanya beberapa kejapan mata
Beberapa cekrek cekrek
Setelahnya kau pergi
Dan apa yang tertinggal adalah fikirku bagaimana perjumpaan kita waktu nanti
Dimasa yang akan datang lagi
Akankah kita berdiri berhadapan lagi?
Atau pikirku lusa lalu adalah terakhir kalinya kita bisa tersenyum bersama
Komentar
Posting Komentar