Titik Akhir

Kalau tak menulis aku bisa menangis
Kalau menulis mungkin ditengah jalan nanti akan tetap menangis

Tapi aku sudah tak kuat
Berbagi hidup dengan pria yang seperti itu
Aku banyak menuntut, untuk perubahan
Untuk masa depan agar lebih baik
Untuk kesehatannya juga
Tapi bahkan ia tak pernah menghargai hidupnya sendiri
Dan juga tak pernah hargai perjuanganku
Mana bisa orang tuaku melepaskan aku pada sosok seperti itu?
Mana rela sahabat sahabatku melihatku hidup dengan sosok seperti itu nantinya?
Tapi bahkan ia pun tak bergeming
Aku dibiarkan sakit sendirian

Dengan ragu ingin berlari tapi tak sampai hati
Ingin membantunya ketempat terang dan berbahagia bersama
Tapi bahkan ia tak hiraukan niatku
Apa yang selama ini aku lakukan?
Aku jadi merasa berjuang adalah hal paling sia sia
Sakit sendirian adalah hal paling konyol
Biar, biar aku ditertawakan sahabat sahabatku
Yang sudah sejak awal memberi aku lampu kuning namun tak ku hiraukan

Coba diingat lagi,
Mengapa mudah kau jatuh padanya
Dia tak benar benar mencintaimu
Karena bahkan ia tak sanggup merelakan dirinya untuk jadi lebih baik dan lebih sukses
Ia tak ingin hidupnya berubah jadi lebih baik karenamu
Wanita bodoh!
Wanita lemah!

Lantas apa yang berubah dari hidupmu sendiri sekarang?
Kau jadi bahagia?
Kau yakin bahagia?
Ketika hatimu selalu menjerit dan nafasmu selalu tercekik?

Kau sanggup, kau pasti sanggup
Pergilah darinya kau sanggup
Kau punya Allah, kau sanggup
Biar dia tidak berubah, kau harus jauh lebih baik lagi
Setidaknya kau mengerti mana yang salah dan mana yang benar
Masa depan biar Allah siapkan untukmu
Pergilah diriku yang malang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMAN BARUKU ^^

Andhika Dwi Bangun Suwiryo

Super Junior _ Memories Translate